Senin, Juni 02, 2014

Something's Written and Dated On 10/10/2008 3:22 p.m

Haha, my shoutout just comes from The Corrs's Song, Buachaill On Eirne, and that part means I'm the heir of County Mayo.. x]

I love kinda 'country' song. It makes me remember about green field and blue skies.. Somewhere which is still innocent, untouchable, and natural.

And I think that song tells about a boy, just a boy who has his own 'plus' and 'minus', and try to live his life as well as he can do.
Just.. 'simple'. A simple story about human's life. Dunno why but it's kinda sweet. Something I miss so much.

..
I think if I was an ordinary boy, I'll like the boy who is in that song. Just being simple, just being himself. That's what I called as innocent, and not to lie myself; yes, I'm kinda miss his past self--when he's still a kid.


Dari Jetis Kembali ke Cokroaminato


Mungkin jaket itu memang jaket baru buatku walau kenyataanya itu cuma jaket bekas. Yup. Jaket bekas pemberian dari yang tersayang, Adikku. Wuih! Jaket high-neck dengan warna putih sebagai dasarnya dan empat garis berwarna biru gelap dan merah di bagian dadanya. Keren dan macho, man! Aku suka itu! Tapi tetap saja, mau sebaru dan semasih-bagus apa pun jaket itu, tetap saja aku ingin mengumpat, “Dasar jaket baru pembawa masalah!”

Sore tadi, seusai mendengarkan curhatan dan keluh kesah Mbak Yu Nanda dari kelas XII IPA 3, saya agak tergesa karena les akan dimulai lima belas menit lagi sedangkan keseluruhan jiwa dan raga saya masih nangkring di dekat masjid Al-Uswah. Seperti biasa, saya langsung tancap gas, berlari menuruni tangga masjid, dan menuju trotoar untuk menyeberang jalan dengan menambah sedikit lagi kecepatan lariku yang saya yakin, sekarang saya kelihatan seperti maling yang tertangkap basah mencuri ayam di rumah tetangga dan diteriaki, “Maling..! Maling..! Maling!!” karena sebegitu cepatnya saya berlari dengan wajah yang panik dan tergopoh-gopoh.

Sesampainya saya di seberang, yang bisa saya lakukan kini hanyalah menunggu bus jalur 12 dengan setengah kesabaran. Ha, ya, gimana lagi, les akan dimulai sepuluh menit lagi, ya, mana mungkin sabar, Mbokdhe..! Sebenarnya saat itu saya sudah melakukan dua, eh, tiga kesalahan tapi saya tak juga menyadarinya. Pertama, saya menunda waktu keberangkatan saya karena sudah sok-berbaik-hati mau mendengarkan curhatan seorang teman. Kedua, saya melakukan kesalahan ketiga, yaitu dengan bodohnya SAYA MASUKIN HAPE SAYA KE SAKU JAKET SAYA!! Oi, Mbak! Sadar nggak, sih, lu kalau hape lu taruh situ, hape lu bisa jatuh?? Wah, jujur saja saya sama sekali nggak sadar lantaran saya saat itu sedang sibuk melantunkan mantra yang entah ampuh-atau-tidak tapi yang jelas akhirnya saya tahu kalau mantra itu lebih manjur daripada ketik REG spasi MANJUR kirim ke 9877, “YaAllahYaAllahYaAllah.. Kumohon-jika-dia-jodohku, dekatkanlah, namun-jika-dia-bukan-jodohku, jauhkanlah.. Duhai, bus jalur 12.. Koe nang endi taaaahh!! Gek ndang muncul taah..! Opo cen sakjane kowe ki dudu jodoku??

Kemudian mendadak moncong bus jalur 12 muncul dari ujung kelokan jalan. HOREE..! Alhamdulillah..!! Saya si tukang heboh pun dengan bangga mempersembahkan kelegaan saya karena bus 12 sudah datang!! Sipp.. Langsung saja saya naik ke bus dengan sedikit meloncat, hup! Lalu duduk di samping Pak Supir yang sedang menyupir.

Baru lima detik lama perjalanan, saya meraba saku jaket saya dan saya menyadari, sesuatu yang sangat salah sedang terjadi. Saku jaket saya kosong melompong.

Lah, hape? Hape saya di mana??

Dengg..!! Olala, Olili, dan Oh-my-God. Prettt..!! Pasti jatuh di tempat aku nunggu bus tadi! Kok aku bisa bodoh banget, ya, nggak mikir kalau bahan jaketku khan licin jadi ntu hape pasti bakalan jatuh!!

Anehnya walaupun dalam hati saya sudah panik nggak karuan, saya masih sok stay cool aja duduk di tempat dengan anggun. Ya wislah.. Namanya juga jatuh. Toh jatuhnya di sana.. Banyak rumput dan tumbuhan. Siapa yang juga bakal sadar kalau di situ ada hape ketinggalan..? Santailah, Wand.. Besok pagi yo pasti iso dijupuk kok.

Saya nggak tahu apa yang salah dengan diri saya saat itu. Saya belum sadar betapa IDIOT-nya saya bahkan hingga lima menit ke depan..

Oh iya. Mengko meneng wae ndak malah diseneni maneh.. Njut dinesuni Bapak, “Cah GOBLOK!! Hape ki buat nelpon bukannya buat diilangke maneh!!” Hmm.. Ya. Gitu aja. Ntar sore sesudah les, aku SMS ke hapeku lewat nomor Adek aja : "Buat yang nemu hape ini, tolong simpen dulu. Besok saya ambil. Saya anak SMANSA.." Nah. Gitu aja, pasti oye...

Kemudian saya terdiam. Lamaaaa sekali. Terdiam dengan tatapan kosong. Dan sejenak ilham datang ke otak saya, barulah saya sadar apa yang sekarang sedang saya lakukan. Prettt..! Ya ampun, Wand..!! Itu tindakan terbodoh yang hari ini kau lakukan! Hape ketinggalan ki yo gek ndang dijupuk! Ayo gek medhun..! Jupuk hapene saiki! Wis reti ilange nang endi barang kok yo malah ditunda njupukke sesuk??

“Kiri, Pak!!” Bagus. Akhirnya aku melakukan satu tindakan benar hari ini. Sayangnya saat ini aku tepat berada di dekat SAMSAT. Ini sudah terlalu jauh dari SMA Teladan untuk ditempuh hanya dengan mengendarai kaki. Tak ada jalan lain kecuali menunggu -sekali lagi- jalur 12 yang datang dari arah yang berlawanan dengan bus yang tadi kutumpangi.

Wah, saat itu benar-benar tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Saya rasa yang bisa menggambarkan perasaan saya paling tepat saat itu adalah dengan cara menangis meraung-raung di tengah jalan dan meratapi semua ketololan saya, tapi garis bawahi ini: Itu adalah cara yang tepat kalau saya sudah nggak waras. Lha, saya masih waras? Tentu! Jadi saya tidak melakukannya. Tapi tidak saya pungkiri, saat itu saya benar-benar merasa putus asa. Rasanya pengin banget nangis. Terpaksa saya terlambat les -atau bahkan bolos les- demi menemukan hape tersayang. Habisnya hape itu bukan sembarang hape..! Jika saya sampai kehilangan hape itu, itu tak hanya berarti saya kehilangan salah satu properti saya, tapi saya juga akan kehilangan kepercayaan dari orang tua saya!! Tidak, tidak, tidaak..! Saya tidak akan tinggal diam membiarkan hal itu terjadi!

Karena saya terlalu kalut dan terlalu sibuk melantunkan mantra lain, yang isinya berupa do’a permohonan supaya hape saya masih berada di tempat yang sama, saya tak menyadari bahwa saya telah menaiki bus jalur 12 dan tiba-tiba saja kini saya sudah tiba di sekolah lagi kira-kira pukul empat lewat sepuluh menit. Rasanya kayak sulap aja.

Tapi saya tak menghabiskan bahkan satu detik pun untuk terpana dan terkaget-kaget lagi. Mungkin saja ini mukjizat. Saya langsung berlari menuju lapvol(baca. lapangan voli) dan menelusuri balik jalur yang tadi saya lalui. Yah, siapa tahu aja jatuhnya hape saya kali ini di tempat yang sama ketika dulu saya menjatuhkan hape? Tapi, duh! Ternyata nggak ada! Sebentar.. Sebentar.. Stay cool, Wand.. Stay cool.. Saya berusaha menenangkan diri saya sendiri.

Saya berlari ke seberang jalan tempat saya menunggu bus. Tentu sembari menengok kanan-kiri untuk mengecek adakah kendaran yang lewat. Sesampainya di seberang, saya langsung mengecek pot besar tempat saya duduk tadi. Saya sibakkan semua rerumputan di sekitar pot besar itu. Tapi tetap saja, NIHIL!
Terus hapeku di mana?? Saya mulai panik walau daritadi sebenarnya juga sudah panik. Ketika itu saya sudah sangat putus asa dan kehilangan keoptimisan saya. Saya kembali ke sekolah dengan langkah yang lebih gontai. Saya memutuskan untuk mengecek di daerah dekat tangga masjid akhwat. Siapa tahu hape saya terlempar ketika saya berlari layaknya seekor cheetah saat itu?

Tapi belum jauh aku berjalan, tiba-tiba ada suara yang memanggilku, “Mbak…!!”

Aku menoleh dan jilbabku pun berkibar-kibar dan bisa kubayangkan bahwa diriku saat itu seperti dalam adegan film yang sedang slow motion dengan sunset sebagai latar belakangnya walaupun kenyataannya sekarang belum waktunya matahari untuk terbenam dan saya itu sedang mengenakan jaket sehingga mustahil jilbab saya berkibar-kibar kayak bendera merah putih.

Saya amati sebentar sosok orang yang memanggil saya dan tak perlu waktu lama bagi saya untuk menyadari bahwa orang itu adalah mas-mas yang seingat saya berada di dekat saya ketika saya sedang menunggu bus jalur 12 tadi dan sedang mereparasi sesuatu yang berbentuk kotak -entah apa- di dekat halte bus TRANS JOGJA. Dia bertanya sambil sedikit berteriak, “Cari apa, Mbak..?”

Rasanya seperti ada secercah harapan menembus ke relung hatiku mendengar pertanyaan Mas itu. Saya pun menjawab dengan sedikit berharap, “Handphone..”

“Oh.. Sini, Mbak!” begitu ujarnya sambil memberi isyarat untuk mengikutinya menyeberang jalan.
Saya yakin saat itu mata saya tengah berbinar-binar. Sekali lagi saya menyeberang trotoar mengikuti Si Mas-yang-tadi-itu. Saya baru sampai ketika Si Mas-yang-tadi-itu membuka bagasi motornya dan mengambil sesuatu yang warnanya hitam dan bentuknya seperti… pistol?? Masya Allah! Tentu saja bukan. Ini adalah kisah saya, bukan film action. Barang yang Si Mas-yang-tadi-itu ambil adalah sesuatu berwarna hitam yang bentuknya seperti handphone.

“Merknya apa, Mbak?”

Saya langsung menjawab, "Samsung..," walau jujur saja saat itu saya sendiri nggak yakin apa bener hape saya itu Samsung atau bukan. Saya sendiri memang nggak pernah hapal merk hape apa yang saya punya. Apalagi kalau ditanya seri berapa. Waktu kasus hape-ilang saya yang dulu saja, saya hanya bisa menyebutkan password untuk membuka hape saya itu dan beberapa SMS yang baru-baru ini sering nyasar ke hape saya sebagai bukti bahwa ‘Hape yang ente pegang sekarang itu memang hape saya!!’.

Mendengar jawaban ‘Samsung’ saya, Si Mas-yang-tadi-itu tersenyum sambil berkata, “Lain kali hati-hati, ya, Mbak..,” kemudian memberikan handphone tersebut kepada saya.
Wah, saya terharu sekali. Ternyata masih ada orang jujur! Saya cek sebentar hape saya –menyalakan kemudian memasukkan password- kemudian kembali berkata, "Makasih ya, Mas!! Maaf ga bisa mbales apa-apa...."

"Aduh, nggak papa, Mbak.."

Walaupun Masnya memang bilang ‘nggak papa’, saya tetap saya nggak enak. Nggonduk tidak bisa memberikan apapun sebagai tanda terima kasih. Oleh karenanya, saya langsung balik badan perlahan, masuk ke halte TRANS JOGJA untuk sekadar melarikan diri dari ke-nggonduk-an saya. Toh, saya juga masih harus ke tempat les sekalipun saya sama sekali nggak ada niat untuk les. Walaupun berniat untuk membolos, kan setidak-tidaknya saya harus tetap stand by di tempat les ketika Ibu saya menjemput supaya Ibu saya nggak bertanya-tanya apa yang tadi terjadi sehingga saya sampai nggak les.

Hah. Bolos les memang bolos les. Tapi saya merasa saya telah mempelajari dan menyadari sesuatu yang berharga di sore itu. Mengenai apa arti sebuah handphone…, eh, maksudnya, mengenai apa arti sebuah kebaikan kecil, ding.

Sabtu, Oktober 11, 2008

Sweet Days - OST Whistle!



yohou dorio gatsuoyubi ga kyu kutsu ni naru to subete uwa no sora de
taikutsu na jugyou nuke dashite kawahara ni mukau to kimatte kimi no koto omou yo

sotsugyou wa tada no tsukaten to warai tobashiteta kedo
atarashii machi no nioi ni wa yasashisa kanji rarezu ni

naita kimi to
* itsuka miageta sora wo wasurenai wasurenai taisetsu na momo
tabun...sou kitto ano toki kimi ni koi wo shiteita nda
kaze no atsumaru basho wo hashitte hashitte saga shite tayo ne?
hontou wa sukoshi urayama shikute... zutto KIMI dake miteta

kigatsui tara kotoba to kokoro baransu wo totteru watashi ga futsu ni natte ita

chikatetsu no ho-mu ni tatte tara naze ka nakitaku naru no
ima KIMI ga sobani ita no nara nante iun darou ne?

donna toki mo
ashita wa mie nai kara nando mo nando mo furi kaette wa
motsureta kioku no ito wo hodoite ima wo tashi kameru yo
kimi to ita natsu dake wa massugu massugu waraete tayo ne?
jibun ni hagurete mayotta toki wa kitto omou dasu kara

me wo tojite oki ku iki wo hai tara
kutsuoto wo fumi nara sou mou ichido

watashi kimi to

*repeat


Translation:

Awal hari ini
yang akan dimulai
menjadi sepakbola
Kuputuskan hanya untuk memikirkan dirimu

Ketulusan hanyalah tanda jasa
walau kucoba untuk tertawa
Bagai harum bunga kota yang baru
namun tiada merasa senang


Yang kuingin hanyalah
berjalan bersamamu
langit yang tak terlupakan
sesuatu yang berharga
Mungkin saja waktu itu jatuh cinta padamu
Kupastikan,
jatuh cinta padamu!

Tempatku mengumpulkan angan
Berlarilah..
berlarilah..
Kumencari-carimu
Sesungguhnya diriku pun iri padamu
Selamanya,
hanya ingin dirimu

Grow Up - OST. Ghost At School



Tentang diriku..
Tentang dirimu..
Tentang siapapun..
Tentang semuanya..

Ceritakanlah kisah yang belum diketahui
untuk bisa memahaminya
'kan kubuka hatiku

Meski kesepian, tapi entah mengapa
tak bisa katakan yang sesungguhnya
Padahal kalau bilang hal yang sebaliknya
bisa terucap begitu saja

Bila hidup dengan hati yang berat,
hanya rintangan yang akan terlihat
Saat kusadari sudah tersesat
Hidup seperti itu, ku tak mau

Andaikan itu adalah diriku yang lain
maka esok hari pastikan jadi lebih baik

Kutahu itu...
Kuyakin itu...

Buachaill On Eirne - The Corrs

Buachaill ón Éirne mé 's bhréagfainn cailín deas óg
Ní iarrfainn bó spré léi tá mé fhéin saibhir go leor
'S liom Corcaigh da mhéid é, dhá thaobh
a' ghleanna 's Tír Eoghain
'S mura n-athraí mé béasaí 's mé n' t-oidhr'
ar Chontae Mhaigh Eo

Rachaidh mé 'márach ag dhéanamh leanna fán choill
Gan choite gan bád gan gráinnín brach' ar bith liom
Ach duilliúr na gcraobh mar éadaigh leapa os mo chionn
'S óró sheacht m'anam déag thú 's tú 'féachaint orm anall

Buachailleacht bó, mo leo, nár chleacht mise ariamh
Ach ag imirt 's ag ól le h'ógmhná deasa an tsliabh
Má chaill mé mo stór ní moide gur chaill mé mo chiall
A's ní mó liom do phóg ná'n bhróg atáim ag caitheamh le bliain


Translation

I'm a boy from Lough Erne and I could charm a nice young girl
I would not ask for her wealth as I am rich enough myself
I own a good part of Cork, two sides of the glen in Tyrone

And not to repeat myself I'm the heir of County Mayo
I will go tomorrow to make ale in the wood
Without a cot without a boat without a pinch of gruel with me
But leaves of the branches as bedclothes over my head
And think well done for you as you watch me from over there

A cowherd, my pet, I've never been accustomed to be
Instead of playing and drinking with the nice young women
on the mountain side
If I lost my riches I probably didn't lose my senses
And your kiss is no more to me now than a shoe worn for a year

Love's Way - 사랑의 길 (SHINee)

Too much. heh.
Classic~

Nan shingihan shilhumeul ara dan myut bangool binootmool nogimyun han kub sogeh nanwojyuh deungeul dollin gireumgwa moori suggyuh ggok oori toogwa biseuthae dashin an bol deut ssa ooda sarangeeran binooneh ssitgyuh uneusae mee oom ee sarajigon hae

Soobaek bun datoogo baekbun gaseum moonujyudo shildeuri ungkin deut ddaenael soo ubneun sarang
Jalmoseun gochigo suroyeh mam baewo gamyun unjenga haengbokman nameul gura midneun gul

Jom usaekhan aejungpyohyundo jaggu malhaebogi saranghae nul saranghae pigonhan nal ulgool pyojungdo suro wihaesuh gamchoogo

[All] nalmada sseudun ilgijangehdo nuyeh aegibaggeh ubdago
Gaggeum boyuh joomyunsuh gibbuhamyun joheul gut gata

Soobaek bun datoogo baekbun gaseum moonujyudo shildeuri ungkin deut ddaenael soo ubneun sarang
Jalmoseun gochigo suroyeh mam baewo gamyun unjenga haengbokman nameul gura midneun gul

RAP) chueumehneun mot mana udduhgeh iruggehdo dalla geuraedo geunyul mannago shipuhjineun nae mameul molla

Nal gyesog salgeh hae geunyul neuggil soo ittgeh oorin numoo dallado sarangeun gyesog dwaeyahae!

Gupoomchurum sarajineun sarangeun wonchi anha malubshido junhaejineun geurun sarangeul wonhae na!

Nal manna hwanggeum machaneun ggoomsogehsuhdo motta geuraedo nal mannaneun dongan nul ootgeh haejool sooneun ittjanha


Love's way! Love's way! You're my true Love~!

Chwimiga dareugo neul saenggakee dallado ooriyeh seubgwa eun biseuthan goshi manha

Maltooga dalmagago jamdeuneun shigando maeil bam donghwaro uneusae majchwojin gul



Translation:

I know an amazing experiment
If you put a few drops of soap into a cup
The divided oil and water
That had their back to each other, mixes as one
This is so much like us
We fight like we will never see each other again
And then become mixed in the soap called love
Suddenly all the animosity disappears

We fight a hundred times, and our hearts breaks a hundred times
But like tangled pieces of string, our love can’t be pulled apart
We fix our faults, learn each other’s hearts
I know that one day, only our happiness will be left

I’ll try to say the awkward words of love (I love you, I love you)
Even on days where I’m tired,
I’ll hide my tired expression just for you
In my daily dairies
There is nothing but talks of you
We will show each other once in a while
It would be nice if we were happy

We fight a hundred times, and our hearts breaks a hundred times
But like tangled pieces of string, our love can’t be pulled apart
We fix our faults, learn each other’s hearts
I know that one day, only our happiness will be left

At first we couldn’t meet
But how is it so different now
Still you don’t know how much
I want to keep on meeting you
You keep me alive
So that I can feel you
Even though we are so different
Our love will stay the same
I don’t want a love that will evaporate away like soap bubbles
A love that will be felt without words,
That is the love I want
When you are with me,
You can’t ride in golden carriages even in your dreams
But while you are still with me
I can make you smile

Love’s way
Love’s way
You’re my true love

Though our hobbies are different,
And our thoughts are different,
Our habits have become similar
The way we talk becomes similar,
And even the times that we fall asleep, after we talk at night
Have become the same.